Bayu Nugroho Wajib Berada di Rumah Sakit Waktu Momen Lebaran

Lini tengah Persebaya Surabaya, Bayu Nugroho, wajib melampuai momen Idul Fitri 1441 H di rumah sakit. Alasannya sebab sang anak, Zulaikha, wajib memperoleh penanganan medis.

Menurut amunisi berusia 28 tahun ini, dua hari menyongsong lebaran, buah hatinya wajib dirawat sebab ada gejala demam. Dia pun wajib mendampingi sang anak di rumah sakit.

“Awalnya demam, setelah empat hari dirujuk buat dirawat di rumah sakit,” kata Bayu Nugroho, Selasa (26/05/2020).

“Diagnosanya sel darah putihnya kurang, terus beberapa hari kemudian gantian trombosit yang turun,” imbuh mantan pemain Persis Solo itu.

“Tapi alhamdulillah sekarang sudah membaik,” lanjut gelandang Persebaya Surabaya berusia 28 tahun tersebut penuh syukur.

Meskipun sedang sibuk jaga sang anak, eks winger PSIS Semarang itu tetap berupaya jaga kebugaran. Tujuannya supaya keadaan fisiknya tidak turun, terutama saat nanti wajib kembali berlatih dan berlaga bareng Bajol Ijo.

Cuma saja, pilar asal Surakarta tersebut wajib pandai mengatur waktu. Dia tetap wajib membagi konsentrasinya untuk sang buah hati.

“Paling kalau pagi atau sore latihan pas ibu bisa nunggu, gantian sebentar buat nungguin sama istri,” pungkasnya.

Supardi Nasir Bersyukur Mampu Merasai Momen Lebaran Bareng Orang Tua

Lebaran 2020 menjadi momen yang istimewa buat Supardi Nasir. Sang pemain menyatakan bersyukur dapat merasai momen lebaran bareng orang-orang tersayang yaitu orang tua dan keluarga besar.

Kondisi lebaran 2020 tentu terasa berlainan buat pilar Persib Bandung itu dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Adanya wabah virus Covid-19 yang tengah menjangkit di Tanah Air membikin momen lebaran tidak seperti biasanya.

Lebaran 2020 tidak seluruh saudara bek bernomor punggung 22 itu mampu berkumpul seperti tahun-tahun sebelumnya. Proses silaturahmi pun mau tidak mau diadakan memakai media video call.

Meskipun begitu, amunisi berusia 37 tahun ini masih bersyukur lantaran dapat berlebaran dengan orang tua. Faktor itu terjadi sebab kediamannya dan kedua orang tua tidak berjauhan.

“Saya sangat bersyukur bisa berkumpul bersama keluarga dari awal Ramadhan. Lebaran ini paling berkumpul di rumah orang tua,” kata Supardi Nasir seperti dikutip situs resmi klub, Senin (25/05/2020).

“Saya juga bersyukur bisa menikmati masakan orang tua pastinya,” tegas Supardi Nasir.

PSSI belum mampu menentukan nasih ajang di tengah wabah virus Covid-19. Faktor itulah yang membikin amunisi berpostur tinggi 175cm itu dan para punggawa Pangeran Biru lainnya belum tahu kapan dapat berkumpul dan berlatih bareng lagi.

Meskipun telah tidak lagi belia, tetapi eks pemain Sriwijaya FC ini masih menjadi alternatif utama juru latih Robert Rene Alberts. Musim ini, sang pilar telah bermain penuh dalam tiga partai di Shopee Liga 1 2020.

Mantan palang pintu Pelita Jaya itu sudah dua periode memperkuat tim asal Kota Kembang ini. Sang amunisi terdaftar memperkuat klub kebanggaan Bobotoh tersebut pada 2013-2016 dan 2017 – sekarang.

Sejauh ini, eks punggawa PSMS Medan ini telah memberikan dua trofi yaitu Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. Sementara sang bek telah bermain sejumlah 147 performa dan melesakkan lima brace untuk Persib.

Madrid Mampu Memboyong Pogba, Tapi Ada Masalah Lain?

Sebagai pemain bintang top, Paul Pogba memperlihatkan dirinya mau keluar dari Manchester United pada awal musim 2019/2020. Paul Pogba secara terbuka mau membela klub yang bersaing dalam perebutan gelar juara.

Cuman saja, Manchester United tak melepas Paul Pogba. Harga yang mahal juga membuat pemain berusia 27 tahun kesulitan pindah klub. Real Madrid dan Juventus memikirkan kembali dengan serius harga 150 juta pounds untuk Paul Pogba awal musim lalu.

Pada akhirnya, Paul Pogba tidak pindah ke klub mana pun pada musim 2019/2020. Dia tetap bertanding pada United. Akan tetapi pemain asal Prancis mengalami nasib sial karena cedera beruntun menerpanya.

Pro dan Kontra Madrid Dalam Mendatangkan Paul Pogba

Uli Stielike, sebagai mantan pemain di Real Madrid, menilai Paul Pogba tidak cocok Real Madrid. Secara teknis, Paul Pogba layak untuk bertanding di Real Madrid. Akan tetapi, dia bukan pemain yang kini diperlukan Los Blancos.

“Apabila Anda mau kembali ke ide Los Galactico, mungkin ya, tetapi saya lebih menyukai pemain-pemain yang rendah hati dengan talenta yang bersedia memberi pengorbanan yang besar bagi tim,” ujar Uli Stielike kepada AS dilansir dari Goal International.

Akan tetapi dukungan datang dari mantan pemain timnas Prancis, Christophe Dugarry. Dia melihat Real Madrid perlu tenaga lebih muda pada lini tengah untuk menggantikan Luka Modric yang uzur. Paul Pogba lah solusinya.

Cara Klopp Membawa Liverpool Menjadi Penantang Gelar Serius?

Sebagai mantan gelandang di team Liverpool, Javier Mascherano selalu memberikan pujiannya untuk manajer Liverpool yakni Jurgen Klopp yang ia anggap berhasil membuat skaud Liverpool menjadi tim yang lengkap.

Mascherano yang sekarang ini membela Liverpool pada Januari 2007 hingga Agustus 2010 silam. Mascherano pun sempat tampil di partai final Liga Champions dengan klub asal Merseyside itu.

Walaupun ketika itu Liverpool dianggap menjadi salah satu tim terkuat di Inggris, tapi nyatanya tak ada satu pun gelar yang mampir ke lemari trofi mereka selama diperkuat Mascherano.

Ungkapan Dari Javier Mascherano

Di waktu sekarang ini, Mascherano mengakui Liverpool sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak ia tinggalkan. Mascherano juga menyatakan Klopp berperan besar di dalamnya.

“Tim yang selalu mengejutkan saya dengan evolusi mereka adala Liverpool. Jelas bahwa Klopp telah merangkumnya dalam citra dan potret dia,” ucap Mascherano kepada Ole.

“10 tahun ke belakang, saya melihat bahwa kami bertanding dengan tim Liverpool ketika itu, sama sekali tak seperti yang saya lihat hari ini,” tutupnya.

Alasan Bayern Ogah Permanenkan Coutinho?

CEO Bayern Munchen Karl-Heinz Rummenigge menyatakan juara Bundesliga itu belum mengaktifkan opsi penebusan dalam Philippe Coutinho. Klausul itu kini sudah selesai.

Coutinho memang bergabung dengan Bayern di awal musim 2019-20. Sang pemain direkrut dari juara La Liga Barcelona dengan status pinjaman dalam satu musim.

Akan tetapi karier pemain asal Brasil itu Jerman tidak berjalan mulus. Coutinho terlihat kesulitan menunjukkan performa terbaiknya dengan Die Roten.

Bayern mempunyai opsi dalam membeli seharga 120 juta euro. Akan tetapi raksasa Bundesliga itu memilih untuk tidak mengaktifkan klausul penebusannya.

Klausul Yang Segera Selesai

Dengan demikian, Coutinho berkesempatan besar kembali ke Barcelona pada akhir musim. Meskipun begitu, Rummenigge menyatakan masih belum menutup pintu untuk sang pemain.

“Opsinya sebentar lagi akan selesai dan kami belum mengaktifkannya,” ucap Rummenigge kepada Der Spiegel.

“Kami akan merencanakan team kami untuk musim depan dan kami bakal melihat apakah dia masih mempunyai peran untuk bertanding bersama kami atau tidak.”

Barcelona Terus Mempertahankan Ter Stegen Bagaimanapun Caranya!

Ada berita baik datang bagi Barcelona. Raksasa Spanyol itu diberitakan sedikit lagi akan mengamankan tanda tangan Marc-Andre ter Stegen.

Ter Stegen telah menjadi sosok yang tidak tergantikan bersama team Barcelona. Ia selalu menjadi andalan saat mengamankan gawang El Blaugrana dari serangan lawan.

Kontrak ter Stegen bersama Barcelona bakal selesai pada tahun 2022 mendatang. Pihak Barcelona diberitakan ingin memperbaharui kontrak sang kiper.

Dikutip dari media Sport bahwa keinginan Barca untuk memperpanjang kontrak ter Stegen sedikit lagi jadi kenyataan. Sang kiper diberitakan akan segera meneken kontrak baru di Camp Nou.

Negosiasi Yang Sulit

Menurut laporan itu Barcelona sebenarnya sudah memulai negosiasi kontrak Ter Stegen sejak awal tahun 2020 kemarin.

Akan tetapi proses negosiasi kontrak itu berjalan alot. Pasalnya Ter Stegen meminta gaji yang kelewat besar di Barcelona.

Akan tetapi karena kegigihan Barcelona dalam menego, akhirnya ter Stegen bersedia untuk menurunkan tuntutan gajinya di Barcelona.

Jadon Sancho Jangan Pindah ke MU, Tegas Emre Can!

Ada saran dari Emre Can untuk Jadon Sancho. Ia ingin winger Borussia Dortmund itu menolak untuk pindah ke Manchester United di musim depan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Sancho sekarang menjadi incaran banyak klub papan atas eropa. Hal ini disebabkan sang winger bermain sangat impresif dalam dua musim terakhir saat membela Dortmund.

Dari klub-klub yang digosipkan berminat padanya, ada Manchester United yang dirumorkan terdepan untuk transfer ini. Sancho diyakini sudah sangat dekat untuk bergabung dengan tim berjuluk Setan Merah tersebut.

Namun Can menilai Sancho lebih baik bertahan di Dortmund daripada gabung bersama ke MU. “Saya tidak melihat alasan baginya untuk meninggalkan Borussia Dortmund dan pindah ke Manchester United,” ujar Can untuk Bild.

Lebih Baik Bermain di Dortmund

Can menganggap bahwa bertahan di Dortmund merupakan opsi terbaik untuk perkembangan Sancho saat ini.

Ia menganggap sang winger bakal lebih berkembang jika bertahan di Signal Iduna Park daripada mesti pindah ke MU.

“Saya rasa dari sisi daya tarik atau dari sisi Olahraga, Dortmund tidak kalah dari United. Saya pribadi telah menyatakan mengatakan kepadanya untuk bertahan di Dortmund dan bertanding bersama-sama selamanya.”

Odion Ighalo Bakal Dipermanenkan MU?

Menjadi team terbesar di Premier League, Manchester United diberitakan baru-baru ini menghubungi Shanghai Shenhua. Mereka dikabarkan berusaha membahas masa depan dari Odion Ighalo.

Sejak tahun 2018 silam, Odion Ighalo menjadi pemain Shanghai Shenhua. Akan tetapi di bulan Januari yang lalu, ia dipinjamkan ke Manchester United.

Dalam kesepakatan peminjaman tersebut, Ighalo sudah harus dikembalikan ke Shanghai Shenhua di tanggal 31 Mei mendatang dengan asumsi EPL selesai di pertengahan Mei. Akan tetapi gelaran EPL sendiri ditangguhkan sejak bulan Maret kemarin dan sampai sekarang ini belum ada kejelasan kapan kompetisi akan dilanjutkan.

Sky Sports menyebutkan bahwa Manchester United baru-baru ini menghubungi Shanghai Shenhua. Mereka mencoba berkompromi mengenai situasi Ighalo.

Bakal Ditarik

Menurut laporan tersebut ada yang menyebutkan bahwa manajemen Shanghai Shenhua dikabarkan yang mengontak MU terlebih dahulu.

Tim kontestan CSL itu dikabarkan mau memulangkan Ighalo di akhir bulan nanti. Sang striker dibutuhkan karena CSL kabarnya akan digulirkan lagi di bulan Juli 2020 nanti.

Pihak Shanghai Shenhua menganggap Ighalo merupakan pemain yang penting untuk mereka, sehingga mereka berencana memulangkannya.

Ingin Ajang Diteruskan, Striker Madura United Tidak Setuju Ada Turnamen Pengganti

Bomber Madura United, Alberto Goncalves, tidak setuju kalau ajang musim ini digantikan dengan turnamen. Sang pilar masih berkeinginan Liga 1 2020 mampu diteruskan usai wabah virus Covid-19.

Punggawa kelahiran Brasil ini berpendapat, kalau turnamen pengganti mampu diadakan, ajang sewajibnya dapat berlanjut. Meskipun begitu, sang striker bakal menghormati segala keputusan yang diambil oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga.

“Kami memang ingin liga kembali digelar. Akan tetapi, kami sekarang mengikuti saja aturan yang ada. Meskipun lebih baik liga bisa mulai lagi. Itu yang mungkin saya dan pemain lain inginkan,” kata Beto.

“Kalau tidak bisa dan memang terpaksa harus ada turnamen, ya itu kami harus ikut. Maunya bisa lanjut dari pekan keempat. Akan tetapi, sebagai pemain kami akan mengikuti apa saja yang PSSI putuskan,” ucap pemain berusia 39 tahun itu.

PSSI hingga saat ini belum berani memastikan nasib ajang musim 2020. Padahal, operator gelaran yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengacu pada masukan dari tim-tim peserta telah menganjurkan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2020 ini dimandekkan.

Tetapi, PSSI enggan gegabah. Induk organisasi pimpinan Mochamad Iriawan tersebut memilih untuk menanti sikap dari Pemerintah Republik Indonesia, terkait status darurat bencana wabah virus Covid-19 yang baru berkesudahan pada 29 Mei mendatang.

Laskar Sape Kerrab hingga saat ini masih meliburkan para amunisinya. Alberto Goncalves dan kolega. belum diketahui kapan bakal kembali berkumpul dan berlatih.

Ujung tombak berusia 39 tahun itu bermain tajam pada Liga 1 2020. Sang pemain sukses melesakkan tiga brace dalam tiga duel yang dimainkannya.

Tetapi, ketajaman punggawa berpostur tinggi 175cm ini tidak sejalan dengan penampilan tim asal Pulau Garam itu. Sejauh ini, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut berada di papan tengah yaitu posisi kedelapan dengan petikan empat angka.

Laksar Sape Kerrab tercecer lima poin dari Persib Bandung yang kuat di pemimpin klasemen. Tetapi, ajang diteruskan tentu klub kebanggaan Kconk Mania itu masih berkesempatan untuk membenahi posisi lantaran musim ini masih menyisakan banyak gelaran.

Scholes Canggung Jika Bertemu 2 Pemain Ini

Paul Scholes selalu memiliki reputasi yang luar biasa menjadi salah satu gelandang terbaik di Premier League. Namun, dia mengaku canggung saat mesti bertemu Patrick Vieira dan Papa Bouba Diop.

Paul Scholes promosi ke tim utama Manchester United di 1993. Dia kemudian berkembang menjadi pemain hebat di bawah sentuhan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Banyak gelar juara dicapai dengan United.

Di tahun 2011 lalu, Paul Scholes mengumumkan pensiun dari karir profesionalnya. Akan tetapi dia kembali bermain pada musim 2012/2013. Hebatnya, Paul Scholes masih bermain bagus dan membawa MU juara Premier League.

Paul Scholes kemudian benar-benar pensiun setelah musim 2012/2013. Sempat menjadi manajer, namun karirnya tidak cukup bagus. Paul Scholes kini menjadi salah satu pandit ternama pada sepak bola Inggris.

Menghadapi Klub ‘Raksasa’ Arsenal

Paul Scholes memang bukan pemain dengan fisik yang besar. Tingginya juga cuman 1,68 meter. Postur itu tidak cukup ideal itu pula yang membuat Paul Scholes canggung ketika mesti bertemu lawan bertubuh ‘raksasa’ seperti Patrick Vieira.

“Bila ada pemain yang saya benci, jelas itu menjadi Patrick Vieira,” ujar Paul Scholes kepada BBC Radio 5 Live.

“Patrick Vieira memang sangat tinggi dan besar. Anda merasa dia pasti mendapatkan bola, selanjutnya dia bakal menendang bola melewati kepala Anda. Dia juga pemain yang cerdas. Dia dapat mencetak gol dan mengkreasi gol,” ucap Paul Scholes.