Enggan Tergesa-gesa ke Eropa, Pemain PSM Makassar Memiliki Hasrat Berkarier di Asia

Melakoni karier di Eropa merupakan impian mayoritasa amunisi belia. Tetapi, lini belakang PSM Makassar, Asnawi Mangkualam Bahar, menyatakan enggan menjalankan gebrakan besar dan memilih untuk mencicipi sepak bola Asia.

Dalam beberapa tahun pamungkas, sebanyak pilar belia Indonesia memperoleh peluang tampil di Eropa. Sebut saja Egy Maulana Vikri yang berlabuh dengan tim Polandia, Lechia Gdansk, dan Witan Sulaeman yang digaet tim Serbia, FK Radnik Surdulica.

Bukan cuma lantaran hal kualitas, tangguh sangkaan ada alasan marketing di balik perekrutan kedua pilar itu. Apalagi, masyarakat Tanah Air selalu punya keinginan berlebih waktu ada punggawa yang bisa menembus ajang Eropa.

Sadar kemampuan, amunisi asal Makassar itu berhasrat untuk mencicipi sepak bola Asia terlebih dulu daripada Eropa. Meskipun begitu, sang pemain tidak menyudahi kesempatan untuk langsung mencoba sepak bola Eropa kalau ada peluang.

“Kalau ada kesempatan bermain di luar negeri, saya mau berlaga di Thailand, Jepang, atau Korea Selatan. Saya ingin mengawali dari Asia dahulu, tidak langsung ke Eropa,” kata Asnawi di akun Instagram PSSI.

“Namun, saya tidak menutup kemungkinan. Kalau ada rezeki mungkin saja langsung ke Eropa. Akan tetapi untuk sekarang saya mau di Asia dahulu,” tegas Asnawi.

Saat ini, pilar berusia 20 tahun itu menjadi punggawa muda yang bisa bermain konsisten di sektor belakang Juku Eja. Sang bek telah bermain sejumlah 44 kali sejak 2017.

Pemain bernomor punggung 14 tersebut sejatinya memulai karier sebagai winger. Tetapi, saat mengiringi pemusatan latihan bareng Timnas Indonesia U-19 pada 2016, dirinya diganti ke posisi palang pintu kanan oleh juru latih Indra Sjafri.

“Coach Indra kemudian datang dan bertanya ‘bagaimana, bisa bermain di posisi bek kanan, tidak?’ Soalnya di tim tidak ada bek kanan dan turnamen akan digelar dalam dua bulan lagi. Saya bilang tidak bisa dan ingin bermain di posisi gelandang saja,” ucap Asnawi Bahar.

Meskipun membantah, pada praktiknya amunisi berpostur tinggi 166cm ini sering dipasang lini pertahanan kanan. Baik itu dalam sesi latihan sampai uji tanding.

“Akan tetapi, latihan berikutnya dan bertanding di pasang di posisi bek kanan. Uji coba biarpun bermain jelek tetap dicoba bermain 90 menit di posisi bek kanan, sampai turnamen akhirnya dipasang di bek kanan,” ujar pemain berusia 20 tahun tersebut.

Hingga saat ini, eks pilar Persiba Balikpapan tersebut menduduki posisi palang pintu kanan. Meskipun sesekali naluri winger dimilikinya masih tampak dengan sering menyokong serangan di sisi sayap.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *